Detak — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026. Beberapa saat setelah pencatatan, saham RANS langsung melonjak 34,12% dan menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Perusahaan menawarkan 2.525.000.000 saham atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga IPO sebesar Rp170 per saham, sehingga nilai penawaran mencapai Rp429,25 miliar. Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Penggunaan Dana IPO
RANS menyatakan seluruh dana hasil penawaran, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan ke beberapa pos. Sekitar Rp29,95 miliar digunakan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Perusahaan mengalokasikan sekitar Rp80 miliar untuk belanja modal terkait rencana ekspansi berupa pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama “Cipungland”. Sekitar Rp161,45 miliar disiapkan untuk belanja operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal dan internasional di berbagai kota di Indonesia.
Sekitar Rp35 miliar akan digunakan untuk pembentukan entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis AI. Sekitar Rp85 miliar dialokasikan untuk ekspansi melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sisa dana akan digunakan untuk penyetoran modal ke entitas anak perseroan.
Susunan Pemegang Saham
Sebelum IPO, Raffi Ahmad tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 78,68%. Pemegang saham lain yang tercantum dalam prospektus ringkas antara lain PT Indonesia Entertainmen Grup 9,04%, Soultan Ariq Rachman 3,43%, Dony Oskaria 3,42%, Sutanto Hartono 1,43%, Nagita Slavina 1,24%, Kaesang Pangarep 1,14%, Hikmat Janika 0,86%, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi 0,76%.
Kinerja Keuangan 2025
Pada tahun buku 2025, RANS mencatatkan pendapatan sebesar Rp353,37 miliar, turun dari Rp410,49 miliar pada 2024. Laba tahun berjalan 2025 tercatat Rp56,68 miliar, juga menurun dari Rp97,06 miliar pada tahun sebelumnya.
Ikuti Detak
