Detak — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak sideways pada pembukaan pekan depan, Senin 13 Juli 2026. Pada penutupan Jumat (10/7/2026), IHSG tercatat menguat ke level 5.924,3 atau naik 0,2%.
Pergerakan pasar turut dipengaruhi penurunan harga minyak mentah yang melanjutkan pelemahan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda. Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan permintaan minyak global diperkirakan turun pada 2026, pertama kali sejak 2020, menyusul gangguan produksi dan ekspor di kawasan akibat perang Iran.
Di domestik, penjualan mobil terus menunjukkan pertumbuhan. Data menunjukkan penjualan mobil di Indonesia naik 12% secara tahunan menjadi 77.550 unit pada Juni 2026, setelah sebelumnya tumbuh 14% YoY pada Mei. Akumulasi semester I-2026 mencatat kenaikan 15,9% YoY menjadi 436.564 unit.
Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif dari sektor otomotif tersebut berpotensi berlanjut seiring agenda penjualan otomotif yang akan berlangsung. Secara teknikal, Phintraco mencatat IHSG menutup perdagangan di atas rata-rata pergerakan 5 hari (MA5) dan 10 hari (MA10), namun masih berada di bawah MA20.
“Sehingga IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways pada kisaran level 5.800-6.000 pada pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Jumat (10/7/2026).
Phintraco juga mencatat indikator Stochastic RSI mengalami Death Cross, sementara histogram MACD masih berada di area positif.
Sementara itu, MNC Sekuritas melihat peluang lanjutan penguatan IHSG dengan target uji pada rentang 6.083-6.203. Namun rumah riset ini mengingatkan adanya area koreksi pada level 5.752-5.797 yang perlu diperhatikan.
MNC Sekuritas memberi rekomendasi saham untuk aktivitas trading pekan depan, yaitu ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG.
Ikuti Detak
