Detak — Penawaran umum perdana saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) tidak hanya mengandalkan popularitas pendirinya. Di balik lonjakan harga saham pada debut, terdapat dukungan dari sejumlah pemain besar yang memperkuat posisi RANS di mata investor.
Saham RANS resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026) usai melepas 2,525 miliar saham baru atau 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp 170 per saham, perseroan menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar.
Kepercayaan investor terlihat sejak masa penawaran: hampir satu juta investor melakukan pemesanan sehingga IPO mengalami kelebihan permintaan. Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung menyentuh batas auto reject atas dengan kenaikan 34,12% ke level Rp 228.
Peran Investor Strategis
Salah satu penopang utama adalah Grup Emtek. Setelah IPO, PT Indonesia Entertainment Grup—entitas Grup Emtek—memiliki 7,23% saham RANS, menjadikannya investor strategis terbesar setelah pendiri. Kehadiran CEO SCTV Sutanto Hartono dalam seremoni pencatatan turut menegaskan keterlibatan kelompok media tersebut.
Selain modal, keterlibatan Emtek dinilai penting untuk potensi distribusi konten, monetisasi intellectual property, pengembangan bisnis digital, dan kolaborasi di industri hiburan yang menjadi inti usaha RANS.
Peran Underwriter dan Tokoh Pendukung
Penjamin emisi IPO RANS adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Garibaldi ‘Boy’ Thohir, pemilik Trimegah, hadir dalam pencatatan saham—menandai peran underwriter dalam memastikan kelancaran proses penawaran.
Tokoh lain yang mendapat sorotan adalah Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Raffi Ahmad menyebut Haji Isam memiliki sekitar 1% saham dan berperan sebagai mentor. Raffi mengatakan kehadiran Haji Isam pada seremoni sebagai simbol dukungan terhadap pengembangan industri kreatif melalui pasar modal.
Nama Dony Oskaria juga tercantum sebagai pemegang saham sebelum IPO dengan kepemilikan 3,42%; setelah IPO, tercatat memiliki sekitar 2,74% saham. Komposisi pemegang saham pasca-IPO menunjukkan Raffi Ahmad tetap sebagai pemegang pengendali dengan 62,93%. Saham publik tercatat 20,02%.
Rencana Penggunaan Dana
Prospektus IPO memaparkan alokasi dana yang fokus pada ekspansi. Sekitar Rp 161,5 miliar disiapkan untuk penyelenggaraan konser, Rp 85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT RANS Kosmetika Indonesia, dan Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Alokasi lain meliputi Rp 35 miliar untuk usaha patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi, sekitar Rp 30 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, dan Rp 37,8 miliar guna memperkuat modal kerja PT RANS Nikmat Sejahtera.
Transformasi Bisnis Kreator
Sejak didirikan pada 2016 dari sebuah garasi, RANS berkembang dari kanal konten digital menjadi perusahaan yang mengelola creator economy dan intellectual property di bidang media digital, hiburan, produk konsumen, periklanan, serta teknologi berbasis AI. Perusahaan menyatakan telah bekerja sama dengan lebih dari 300 merek.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyatakan pencatatan saham membuktikan bahwa usaha yang lahir dari ekonomi kreator dapat bertransformasi menjadi institusi bisnis yang profesional dan berkelanjutan. Raffi Ahmad menyebut IPO sebagai titik awal untuk memperkuat intellectual property, diversifikasi pendapatan, dan meningkatkan tata kelola perusahaan agar dapat bertahan lintas generasi.
Ikuti Detak
