— Investor asing kembali mencatatkan pembelian bertahap atas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026. Selain BMRI, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga menjadi incaran pembeli asing.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing melakukan net buy terhadap BMRI senilai Rp 46,8 miliar di pasar reguler. ADRO menempati posisi kedua dengan net buy asing sebesar Rp 40,6 miliar.

Pengaruh Terhadap Saham Perbankan Lain

Sementara itu, transaksi jual bersih terbesar yang dilakukan investor asing terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mencapai Rp 106,7 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami net sell asing senilai Rp 91,6 miliar.

Secara agregat, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 421,7 miliar di seluruh pasar pada hari tersebut. Hingga akhir periode yang dilaporkan, total net sell asing sepanjang tahun ini tercatat Rp 76,1 triliun menurut data BEI.

Kinerja Keuangan BMRI

Bank Mandiri mencatat kinerja yang tetap solid selama Januari–Mei 2026. Laba bersih setelah pajak (bank only) mencapai Rp 23,3 triliun, tumbuh 19% year on year (yoy).

Pada Mei 2026, laba bersih bank only BMRI tercatat Rp 5,3 triliun, naik 18% month on month (mom) dan 18% yoy.

“Pencapaian itu setara 40% dari target laba BMRI tahun 2026 versi MNC Sekuritas dan secara umum masih sejalan dengan ekspektasi,”

pernyataan analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, dalam riset yang dikutip.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BMRI dengan target harga Rp 6.050. Target ini merefleksikan estimasi valuasi price to book value (PBV) 2026 sebesar 1,8 kali dan PBV 2027 sebesar 1,7 kali.

Selain itu, pemegang saham BMRI telah menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham maksimal senilai Rp 1,17 triliun. Pelaksanaan buyback direncanakan dalam periode 12 bulan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).