Detak — PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Pencatatan ini menjadi langkah korporasi untuk memperkuat ekspansi dan membangun warisan usaha jangka panjang.
Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menyatakan pencatatan saham bukan sekadar mencari pendanaan, melainkan upaya mengubah aset perusahaan menjadi intellectual property (IP) yang dapat bertumbuh lintas generasi. Ia menyebut model bisnis Walt Disney sebagai inspirasi.
“Anggap saja Walt Disney itu adalah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Disneyland adalah RANS. Disneyland punya Mickey Mouse, sementara kami punya berbagai IP, seperti Rafathar dengan lini FMCG, Rayyanza dengan Cipungland, dan IP-IP lainnya yang terus kami kembangkan,” kata Raffi usai pencatatan saham.
Raffi menegaskan tujuan perusahaan bukan bergantung pada figur pendiri, melainkan menjadi institusi yang berkelanjutan. “Saya ingin membuktikan bahwa sebuah nama besar bisa berubah menjadi warisan yang bermanfaat bagi masyarakat. Suatu hari ketika saya sudah tidak ada, RANS tetap hidup,” ujarnya.
Rincian Penawaran dan Penggunaan Dana
Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan Rp170 per saham, sehingga perseroan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Perincian alokasi dana meliputi:
- Rp161,5 miliar (37,61%) untuk penyelenggaraan konser;
- Rp85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia;
- Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland;
- Rp35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi;
- Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi;
- Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Perjalanan Bisnis dan Visi Korporat
RANS didirikan pada 2016 bermula dari sebuah garasi rumah sebagai kanal konten digital yang menampilkan aktivitas keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dalam kurang dari satu dekade, perusahaan berkembang menjadi creator-based venture yang memonetisasi kreativitas dan basis penggemar menjadi aset IP.
Sampai saat ini, lebih dari 300 merek telah bekerja sama dengan RANS. Perusahaan mengembangkan ekosistem usaha yang mencakup media digital, pengembangan IP, produk konsumen, layanan pemasaran merek, serta teknologi berbasis AI.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyebut pencatatan saham di BEI sebagai tonggak penting bagi industri kreatif nasional. Menurutnya, RANS ingin menunjukkan bahwa perusahaan dari ekonomi kreator dapat bertransformasi menjadi korporasi profesional yang menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut berkembang menjadi intellectual property, dikelola secara profesional, serta mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut dapat diwujudkan,” kata Nagita.
Ikuti Detak
