— Pendiri PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Raffi Ahmad, menegaskan pencatatan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia bukan sekadar capaian bisnis. Menurutnya, langkah itu dimaksudkan agar RANS dapat menjadi warisan bagi industri kreatif Indonesia.

Ia mengatakan RANS dibangun sejak awal sebagai usaha keluarga dengan semangat berbagi manfaat, sehingga menjadi perusahaan terbuka memungkinkan kepemilikan dan manfaat dirasakan lebih luas oleh publik.

RANS resmi mencatatkan saham perdana di BEI pada Jumat (10/7/2026). Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar dan menjadi salah satu perusahaan berbasis creator economy yang melantai di pasar modal.

“Alhamdulillah, hari ini RANS benar-benar sudah bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sejak awal kami membangun RANS dengan harapan dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar Raffi saat seremoni pencatatan saham perdana.

Raffi menambahkan tujuan utama bukan hanya sukses bisnis, melainkan menciptakan institusi yang mampu bertahan lama.

“Saya punya satu harapan, yaitu suatu hari nanti RANS bisa terus bergerak maju dan menjadi sebuah legacy. RANS harus menjadi perusahaan yang terus berkembang, bahkan melampaui para pendirinya,” katanya.

Model Bisnis dan Respon Manajemen

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menilai pencatatan saham menjadi bukti bahwa perusahaan lahir dari ekonomi kreator dapat berkembang menjadi institusi yang profesional dan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” ujar Nagita.

Rincian Penawaran dan Minat Investor

Pada IPO, RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 170 per saham.

Permintaan investor tinggi; proses pemesanan saham mencatat hampir satu juta peserta dan terjadi oversubscription. Pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung menyentuh batas atas kenaikan harian (auto reject atas/ARA).

Alokasi Dana IPO

Hasil penawaran umum akan digunakan untuk mendukung ekspansi jangka panjang RANS dengan rincian alokasi sebagai berikut:

  • Sekitar 37,61% atau Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser.
  • 19,8% atau Rp 85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT RANS Kosmetika Indonesia.
  • 18,64% atau Rp 80 miliar untuk mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland.
  • Sekitar Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis artificial intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi.
  • Kira-kira Rp 30 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi.
  • Sekitar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT RANS Nikmat Sejahtera.