Detak — PT Bank Danamon Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan simpanan valuta asing (valas) sebesar 50%–60% seiring meningkatnya kebutuhan transaksi lintas negara masyarakat Indonesia.
Bank menilai peningkatan permintaan valas didorong terutama oleh nasabah individu yang menggunakan valas untuk kebutuhan sehari-hari, bukan hanya investasi atau spekulasi.
Steven Dhalimarta, Head Liabilities Banking Services Danamon, mengatakan pertumbuhan simpanan valas di bank saat ini berada di kisaran 40%–50%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan.
“Kalau di industri kurang lebih sekitar 20%–30%, pertumbuhan di kami lebih tinggi, sekitar 40%–50% untuk simpanan valas,” kata Steven dalam acara Danamon Journalist Class 2026 di Jakarta, Rabu (08/07/2026).
Menurut Steven, kontribusi nasabah individu terhadap simpanan valas Danamon mencapai sekitar 70%–80%, sedangkan sisanya berasal dari nasabah korporasi.
Kebutuhan Utama Transaksi Valas
Steven merinci tiga kebutuhan utama yang mendorong transaksi valas nasabah. Pertama, perjalanan luar negeri, termasuk wisata dan perjalanan ibadah. Kedua, pendidikan internasional untuk pembayaran biaya kuliah dan biaya hidup. Ketiga, transaksi di platform global seperti pemesanan hotel, pembelian tiket penerbangan, dan belanja daring lintas negara.
“Transaksi terbesar masih berasal dari kebutuhan traveling, kemudian pendidikan luar negeri, serta pembayaran atau belanja di platform global,” ujar Steven.
Dalam paparan briefing yang dikemukakan Danamon, dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan tumbuh 18,1% year to date dan 18,7% year on year per Mei 2026. Tabungan valas tumbuh 29,9% secara tahunan, sementara transaksi luar negeri menggunakan kartu debit naik 37% tahunan per Maret 2026.
Steven menambahkan fluktuasi nilai tukar membuat nasabah lebih sadar untuk mempersiapkan kebutuhan valas sejak awal, sehingga tidak harus menunggu kurs bergerak tinggi untuk membeli mata uang asing yang diperlukan.
Produk Rekening Multi-Currency
Untuk menangkap peluang tersebut, Danamon mengembangkan layanan tabungan multi-currency melalui Danamon LEBIH PRO. Produk ini memungkinkan nasabah menyimpan hingga 12 mata uang dalam satu rekening.
Rekening multi-currency dirancang agar nasabah tidak perlu membuka banyak rekening terpisah dan dapat mengelola berbagai mata uang untuk kebutuhan seperti perjalanan, pendidikan, penerimaan gaji valas, maupun transaksi bisnis.
Bank juga menyediakan fitur auto-switching currency pada kartu debit yang memungkinkan transaksi langsung mengambil dana dari saldo mata uang yang sesuai apabila tersedia, sehingga mengurangi konversi ganda.
“Kalau nasabah punya saldo dalam mata uang yang sesuai, transaksi bisa langsung mengambil dari saldo tersebut. Jadi tidak perlu terjadi konversi berulang,” kata Steven.
Selain fitur tersebut, Danamon menawarkan fasilitas pendukung seperti program ganti selisih kurs, cashback transaksi kartu debit, serta pembebasan beberapa biaya tertentu sesuai ketentuan. Namun bank mengingatkan nasabah tetap memperhatikan total biaya transaksi, bukan hanya kurs awal.
Steven menegaskan kebutuhan layanan valas yang mudah, aman, dan efisien akan terus meningkat sejalan dengan mobilitas global masyarakat Indonesia dan perkembangan ekonomi digital.
“Valas sekarang bukan hanya soal menabung, tetapi juga soal bagaimana masyarakat bisa melakukan transaksi global dengan lebih cerdas,” ujarnya.
Ikuti Detak
