Detak — Program Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 menyediakan dana hibah senilai total Rp2,5 miliar untuk para founder bisnis muda. Dana tersebut ditujukan agar penerima dapat memperluas skala usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Peluncuran program digelar oleh PT Wismilak Inti Makmur yang menginisiasi DSC. Penyelenggara berharap dukungan itu mampu melahirkan lebih banyak entrepreneur yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Prinsip Seleksi Dan Kriteria Founder
Menurut Ronald Walla, President Director PT Wismilak Inti Makmur, DSC telah berevolusi menjadi Founders’ Arena yang lebih terbuka dan inklusif setelah 17 tahun penyelenggaraan. Seleksi tidak semata menilai proposal, melainkan menyoroti kualitas personal founder.
Ronald menyebutkan kriteria 3P: Paham, Piawai, dan Persona sebagai tolok ukur utama. “Founder juga harus punya Persona, karena pada akhirnya orang tidak hanya mengikuti produk tapi mengikuti orang di balik produk tersebut,” ujarnya.
Edric Chandra, inisiator program, menambahkan bahwa meski banyak konten pembelajaran bisnis tersedia di platform digital dan alat seperti AI dapat membantu menyiapkan proposal, faktor penentu adalah keberanian individu untuk memulai. “Selama 17 tahun kami belajar bahwa yang mengubah Indonesia bukan teknologi, bukan modal, tapi orang-orang yang memilih menjadi Gerakan,” kata Edric.
Dukungan Pemerintah Dan Stakeholder
Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menyatakan dukungan terhadap program ini, menilai inisiatif seperti DSC berperan sebagai mitra strategis untuk menumbuhkan generasi pencipta lapangan kerja di Indonesia.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani turut menyambut inisiatif tersebut. Shinta menegaskan pentingnya melahirkan lebih banyak founder agar penciptaan lapangan kerja tidak hanya bergantung pada industri besar.
“Penciptaan lapangan kerja melalui industri tidak cukup, kita harus terus mengembangkan wirausaha-wirausaha di Indonesia, dan di sinilah kami dari Apindo sangat mendukung program DSC untuk terus menciptakan UMKM yang tumbuh naik kelas dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat di Indonesia,” kata Shinta.
Momentum Ekonomi Dan Tantangan UMKM
Peluncuran DSC Season 17 berlangsung berbarengan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61% (yoy) pada Triwulan I 2026.
Di sisi lain, angka rasio wirausaha mapan hingga Februari 2026 masih relatif rendah, yakni 3,43% dari total angkatan kerja. Angka ini dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang disebutkan dalam paparan pada acara tersebut.
Sementara itu, data yang dipaparkan dalam acara menyebutkan bahwa sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar kerja setiap tahun. Sebanyak 65,5 juta UMKM dilaporkan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB.
Shinta menyoroti kendala yang masih dihadapi para founder, seperti kebutuhan pembiayaan dan akses jaringan untuk membantu UMKM naik kelas. Ia menyebutkan jaringan anggota Apindo dan ekosistem UMKM yang ada sebagai bagian dari upaya pendampingan.
Registrasi untuk Diplomat Success Challenge Season 17 telah dibuka hingga 9 Oktober 2026, kata penyelenggara.
Ikuti Detak
