— PT Bumi Resources Tbk melaporkan penambahan jumlah pemegang saham dalam laporan registrasi per akhir Juni 2026, sekaligus memaparkan perkembangan proyek tambang Wolfram Limited di Mt. Carlton.

Manajemen menyampaikan data pemegang saham, rincian pengendali, serta kemajuan operasional yang mencakup penambangan terbuka dan bawah tanah serta perjanjian offtake.

Rincian Kepemilikan Saham

Jumlah pemegang saham Bumi Resources meningkat 4.756 pihak menjadi 595.303 per akhir Juni 2026. Pada Mei 2026, jumlah tercatat 590.547 pemegang saham.

Pengendali Bumi Resources, Mach Energy (Hongkong), tercatat menguasai 170 miliar saham atau 45,78% kepemilikan. Persentase saham free float naik sedikit dari 43,06% menjadi 43,25%.

Manfaat akhir kepemilikan tercatat atas nama Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthoni Salim.

Saham Bumi Resources tercatat stagnan di Rp 141 pada akhir sesi I perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.

Percepatan Proyek Mt. Carlton — Wolfram Limited

Bumi Resources menyatakan Wolfram Limited menunjukkan kemajuan lebih cepat dari jadwal melalui penambangan bawah tanah dan akses ke material berkadar lebih tinggi.

Pada 30 Juni 2026, Menteri Pertambangan Queensland, The Hon. Dale Last MP, meresmikan kembali operasi proyek Mt. Carlton – Wolfram Limited, yang disebut manajemen sebagai tonggak penting untuk menghidupkan kembali aset emas, perak, dan tembaga di kawasan tersebut.

Pengoperasian kembali proyek ini menciptakan sekitar 300 lapangan kerja di bidang geologi, teknik, pengolahan, dan administrasi, serta memberikan kontribusi ekonomi bagi Townsville dan Queensland Utara, menurut keterangan resmi perusahaan.

Manajemen menyatakan kehadiran Menteri Pertambangan mencerminkan pengakuan terhadap peran Bumi Resources dalam sektor sumber daya alam Queensland dan agenda pembangunan ekonomi yang lebih luas.

Produksi dan Kontrak Offtake

Kegiatan penambangan terbuka (open pit mining) di Mt. Carlton berlangsung sejak April 2026 dan telah mulai menghasilkan pendapatan sesuai target.

Bumi Resources mengumumkan dimulainya penambangan bawah tanah (underground mining) di area A39 yang memiliki potensi ore berkadar tinggi, yang diharapkan meningkatkan profil produksi Wolfram secara keseluruhan.

Sejak April 2026, open pit mining di area V2 menjadi pendorong produksi utama, dengan ore yang diproses di lokasi. Konsentrat yang dihasilkan dikirimkan kepada Glencore berdasarkan perjanjian offtake selama tujuh tahun.

Manajemen menyatakan area V2 memiliki average head grade sekitar 2 gram per ton (g/t) dan kapasitas pengolahan stabil sebesar 40.000–50.000 ton ore per bulan, yang dinilai memberikan landasan produksi jangka pendek hingga menengah.

“Dengan average head grade sekitar 2 gram per ton (g/t) dan kapasitas pengolahan stabil sebesar 40.000–50.000 ton ore per bulan, V2 memberikan landasan produksi yang kuat untuk mendukung kinerja operasi dalam jangka pendek hingga menengah,” pungkas manajemen Bumi Resources.