Detak — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama strategis dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) untuk memperkuat infrastruktur pembayaran digital. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) menjadi langkah nyata bagi perseroan dalam memperluas layanan keuangan digital dan meningkatkan efisiensi operasional.
Kerja sama ini bagian dari upaya BTN mengakselerasi transformasi bisnis dari bank spesialis pembiayaan perumahan menjadi pengelola ekosistem hunian yang lebih komprehensif, termasuk layanan keuangan terintegrasi bagi nasabah KPR.
SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menuturkan bahwa visi perseroan kini mencakup penyediaan beragam layanan pendukung selain fasilitas KPR, seperti asuransi, transaksi perbankan, dan solusi keuangan lain yang terintegrasi dalam satu ekosistem.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujar Thomas pada Jumat (10/7/2026).
Thomas menambahkan BTN ingin memenuhi kebutuhan finansial dan gaya hidup penghuni rumah, memanfaatkan hubungan jangka panjang dengan nasabah KPR yang dinilai memiliki tingkat loyalitas tinggi.
Perkembangan Transaksi Digital BTN
Transformasi digital BTN tercermin dari lonjakan transaksi. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi, tumbuh 163% secara year on year (yoy). Nilai transaksi QRIS juga naik 170% menjadi Rp9,52 triliun.
Jaringan Agen Laku Pandai BTN juga mengalami peningkatan 24% menjadi 6.843 agen dengan kontribusi nilai transaksi finansial mencapai Rp176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” kata Thomas.
Komitmen Artajasa dan Rencana Layanan
Direktur Utama Artajasa, Haryati Lawidjaja, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyediakan layanan transaksi digital yang cepat, efisien, dan resilien. Artajasa mendukung upaya digitalisasi BTN serta anggota jaringan Artajasa.
Haryati menyatakan kerja sama diharapkan memperkuat kapabilitas sistem pembayaran BTN sekaligus membuka ruang inovasi yang memberi nilai tambah bagi nasabah.
“Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah,” ujar Haryati.
Rangkaian Inisiatif Yang Akan Dikembangkan
- Pengelolaan switching QRIS;
- Integrasi layanan biller (billing provider);
- Penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN;
- Pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD);
- Layanan cardless cash withdrawal;
- Eksplorasi pemanfaatan artificial intelligence dan pengelolaan data.
Thomas menilai kolaborasi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur pembayaran BTN, tetapi juga membuka peluang mengembangkan layanan baru yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Transformasi digital BTN juga merupakan bagian dari penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, yang mendukung langkah BTN menjadi bank modern dengan fokus pada efisiensi operasional, optimalisasi permodalan, serta pengembangan layanan beyond mortgage.
“Melalui kolaborasi ini, BTN dan Artajasa diharapkan dapat bersama-sama menghadirkan layanan pembayaran yang semakin andal, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” tutup Thomas.
Ikuti Detak
