— Investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 290,3 miliar pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).

Aksi jual tersebut terfokus pada dua saham perbankan utama, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Detail Net Sell dan Pergerakan Harga

Berdasarkan data BEI yang dicatat Stockbit Sekuritas, asing merealisasikan net sell pada saham BBCA senilai Rp 85,2 miliar berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi mencapai 13,7 juta saham.

Pada saat pelaporan, saham BBCA melemah 1,2% ke level Rp 6.125. Dalam sebulan terakhir, BBCA tercatat menguat 18,9%, namun secara year to date (ytd) saham ini turun 24,1%.

Aktivitas Perdagangan BBCA

Data IDX menunjukkan sebanyak 59,1 juta saham BBCA telah diperdagangkan dengan frekuensi 11,6 ribu kali. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 366,8 miliar.

Pergerakan ini berbeda dari perdagangan hari sebelumnya, Kamis (9/7/2026), ketika BBCA mencatat net buy asing sebesar Rp 34,8 miliar.

Net Sell pada BBRI

Di sisi lain, asing juga melakukan net sell pada saham BBRI senilai Rp 74,6 miliar pada sesi I, dengan volume 26,8 juta saham menurut perhitungan harga rata-rata sesi.

Pada saat pelaporan, saham BBRI tercatat menguat tipis 0,36% ke level Rp 2.790. Dalam sebulan terakhir, pergerakan BBRI stagnan, sedangkan secara ytd turun 23,7%.

Aktivitas Perdagangan BBRI

Data IDX mencatat 81,6 juta saham BBRI telah diperdagangkan dalam 17,6 ribu frekuensi transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 227,1 miliar.

Perdagangan ini melanjutkan kecenderungan penjualan asing pada saham BBRI yang pada Kamis (9/7/2026) mencatat net sell asing sebesar Rp 191,4 miliar.