— Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyatakan Lamine Yamal belum memperlihatkan permainan terbaiknya sepanjang Piala Dunia 2026, meski pemain muda itu tetap dianggap sebagai ancaman di sektor sayap kanan.

Spanyol akan menghadapi Belgia pada babak perempat final di Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB. Menjelang laga itu, De la Fuente menilai Yamal masih menyimpan potensi yang bisa menjadi pembeda.

“Kita tahu bahwa versi terbaiknya, Lamine yang agresif, adalah sesuatu yang belum kita lihat di Piala Dunia ini. Belum pada level yang biasa kita lihat,” ujar De la Fuente.

Yamal, yang baru mencetak satu gol tanpa assist di turnamen ini, sempat menjalani pemulihan cedera pada akhir musim bersama klub sebelum bergabung dengan tim nasional. Meskipun demikian, kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan kreativitasnya membuatnya tetap menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

Peran Kunci Setelah Laga Melawan Portugal

De la Fuente menyebut penampilan Yamal melawan Portugal dalam babak 16 besar sebagai salah satu momen penting perkembangan pemain muda tersebut. Dalam pertandingan itu, Spanyol menang 1-0 dan mempertahankan catatan belum kebobolan sepanjang turnamen.

“Dia tidak butuh motivasi tambahan. Justru terkadang Anda harus menenangkan intensitasnya. Dia sangat termotivasi—dia ingin melakukan banyak hal,”

Pelatih 65 tahun itu juga menyinggung duel Yamal dengan bek kiri Portugal, Nuno Mendes, yang menurutnya berlangsung sangat intens hingga akhirnya Mendes meninggalkan lapangan pada menit ke-55 karena cedera.

Siap Jadi Pembeda Lawan Belgia

Meskipun belum tampil seproduktif beberapa bintang lain di turnamen, De la Fuente menegaskan posisi Yamal dalam skema serangan Spanyol.

“Dia akan tampil di lini serang—itu sudah sangat jelas,” kata De la Fuente, seraya menambahkan keyakinannya bahwa potensi besar sang pemain muda akan segera muncul di fase krusial turnamen.

Spanyol melangkah ke perempat final dengan modal pertahanan yang belum kebobolan, sementara Belgia datang dengan semangat usai mencetak empat gol ke gawang tuan rumah pada babak 16 besar. Pertandingan di Los Angeles pun dipandang sebagai ujian berikutnya bagi kemampuan Yamal menampilkan versi terbaiknya.