— Harga tiket beberapa pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 mengalami penurunan setelah dua tuan rumah, Amerika Serikat dan Meksiko, tersingkir. Penurunan paling terasa pada sejumlah laga besar, namun harga tiket final tetap berada di level sangat tinggi.

Situs penjualan mencatat harga tiket termurah untuk laga-laga tertentu menyusut signifikan, sementara FIFA masih menawarkan tiket final dengan banderol ribuan dolar AS per lembar dan paket hospitality dengan harga puluhan ribu dolar.

Harga Turun Untuk Beberapa Pertandingan

Salah satu catatan menunjukkan tiket termurah pertandingan Spanyol melawan Belgia di Inglewood, California, turun menjadi US$ 1.381 atau sekitar Rp 24,96 juta (kurs Rp 18.080). Sebelumnya tiket tersebut sempat dibanderol US$ 3.261 atau sekitar Rp 58,9 juta.

Untuk laga Inggris versus Norwegia di Miami Gardens, Florida, tiket termurah tercatat turun menjadi US$ 2.049 atau sekitar Rp 37,04 juta dari sebelumnya US$ 3.866 atau sekitar Rp 69,89 juta. Sementara itu, tiket termurah pertandingan Argentina melawan Swiss di Kansas City, Missouri, merosot menjadi US$ 1.142 atau sekitar Rp 20,64 juta, dari sebelumnya US$ 2.381 atau sekitar Rp 43,04 juta.

Final Masih Sangat Mahal

Meski harga sejumlah laga turun, tiket final yang dijadwalkan di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli 2026 tetap mahal. FIFA tercatat masih menjual hampir 1.200 tiket kategori dua untuk final dengan harga US$ 7.380 atau sekitar Rp 133,43 juta per lembar.

Selain itu tersedia 68 tiket kategori satu di tribun bawah dengan kisaran harga US$ 19.995 hingga US$ 32.970, setara sekitar Rp 361 juta hingga Rp 596 juta per tiket. Paket hospitality di Trophy Lounge dan Trophy Lounge+ dijual masing-masing US$ 34.500 dan US$ 32.500, atau sekitar Rp 623 juta dan Rp 587 juta, termasuk makanan dan minuman.

Pasar Resale dan Respons Suporter

Di pasar penjualan kembali (resale), harga tiket final bahkan mencapai level lebih tinggi. Tiket termurah di pasar sekunder dilaporkan mulai dari US$ 7.440,50 atau sekitar Rp 134 juta, sementara tiket termahal ditawarkan hingga US$ 11,5 juta atau sekitar Rp 207,9 miliar.

“Saya pikir ini seperti perampokan di jalan raya,”

Komentar tersebut disampaikan oleh Kourosh Modarress, warga Los Angeles berusia 68 tahun, yang mengaku harus membeli tiket hospitality seharga US$ 7.000 per orang setelah gagal memperoleh tiket resmi FIFA.

Di sisi lain, ada suporter yang tetap membeli tiket meski harganya tinggi. Jake van Baarsel, warga California, mengatakan ia rela membayar US$ 1.000 per tiket untuk menyaksikan pertandingan Spanyol kontra Belgia bersama cucunya yang berusia 13 tahun.

“Ini adalah kenangan yang akan kami ingat seumur hidup. Berapa harga yang pantas untuk sebuah kenangan?”