— Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Pada pukul 09.05 WIB di pasar spot, kurs rupiah tercatat dibuka pada Rp 17.977 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,14% dibanding penutupan sebelumnya.

Sehari sebelumnya rupiah ditutup melemah 43 poin ke level Rp 17.950 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pagi ini tercatat sedikit turun ke sekitar 101,35.

Pergerakan Mata Uang Utama

Dolar AS relatif stabil menjelang rilis data tenaga kerja penting di AS, termasuk non-farm payrolls. Mata uang zona euro diperdagangkan di kisaran $1,138 terhadap dolar AS, sementara poundsterling naik tipis ke sekitar $1,3279 per dolar AS.

Sementara itu, yen Jepang terjungkal ke level 162,84 per dolar AS, mencapai posisi terendah sekitar 40 tahun. Pada perdagangan awal yen tercatat sedikit lebih baik di 162,50 per dolar.

Pengaruh Data dan Pernyataan Kebijakan

Laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta di AS, tetapi angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini, bersamaan dengan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengenai meredanya ekspektasi inflasi dan risiko harga dalam beberapa minggu terakhir, menjadi salah satu faktor yang membuat dolar AS stabil.

Kekuatan dolar AS juga didukung oleh peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta prospek pertumbuhan yang didorong oleh pasar tenaga kerja yang relatif tangguh. Selain itu, adopsi cepat teknologi AI disebut-sebut turut menarik aliran modal ke aset-aset AS.

Pergerakan Mata Uang Asia-Pasifik

Dolar Australia melemah sekitar 0,09% ke level $0,6885, sedangkan dolar Selandia Baru diperdagangkan di kisaran $0,5672 per dolar AS.