— Tren penurunan harga Bitcoin yang berlangsung hampir sembilan bulan terakhir membuat banyak pemegang kripto waspada. Berbagai indikator teknikal utama, seperti EMA, WMA, MACD, dan DMI, tercatat memberi sinyal short atau tekanan bearish yang kuat.

Sejarah siklus pasar kripto menunjukkan periode penurunan tajam dapat menekan harga hingga jauh dari puncak sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, mengambil posisi short langsung pada aset kripto berisiko tinggi karena kemungkinan lonjakan harga mendadak yang dapat melikuidasi posisi.

Kenapa Opsi Bisa Menjadi Pilihan

Bagi investor yang ingin bersikap defensif, instrumen opsi menawarkan cara mengekspresikan pandangan bearish sekaligus membatasi potensi kerugian. Strategi yang kerap digunakan adalah menjual out-of-the-money upside call spreads atau bear call spread (credit spread).

Strategi ini memungkinkan penjual menerima premi di muka dengan eksposur kerugian yang terbatas — berbeda dengan naked short yang berisiko kerugian tak terbatas jika harga melonjak.

Contoh Simulasi Pada Saham MicroStrategy (MSTR)

Berikut contoh ilustrasi perdagangan menggunakan bear call spread pada saham MicroStrategy (MSTR):

  • Harga Saham Referensi: US$ 86,93
  • Pilihan Strike: Jual Call US$ 87 / Beli Call US$ 90 (Opsi Mingguan – Jatuh Tempo 7 Agustus)
  • Keuntungan Maksimal (Net Credit): US$ 1,50 (jika harga saham berakhir di bawah US$ 87)
  • Kerugian Maksimal: US$ 1,50 (jika harga saham berakhir di atas US$ 90)

Rasio risiko:keuntungan pada contoh ini adalah 1:1. Namun karena ini adalah spread out-of-the-money, probabilitas kedaluwarsa tanpa nilai lebih tinggi bagi penjual opsi dibanding pembeli.

Apa Skenario Saat Jatuh Tempo

  1. Harga Turun: Kedua opsi kedaluwarsa tanpa nilai, dan penjual mengantongi penuh net credit sebesar US$ 1,50.
  2. Harga Stagnan: Jika harga tetap di bawah US$ 87, penjual tetap memperoleh keuntungan penuh sebesar US$ 1,50.
  3. Harga Naik: Kerugian maksimal sebesar US$ 1,50 terjadi hanya jika harga menutup di atas US$ 90 pada saat jatuh tempo.

Dengan struktur tersebut, strategi ini menyediakan batasan kerugian yang jelas sejak awal, sehingga cocok untuk investor yang ingin mengambil posisi bearish namun mengendalikan risiko.

Alasan Memilih Saham MSTR

MicroStrategy dipilih sebagai acuan karena transformasi perusahaan dari penyedia perangkat lunak analitik bisnis menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi besar. Keputusan korporasi untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan membuat harga saham MSTR memiliki korelasi tinggi dengan pergerakan harga Bitcoin.

Akibat korelasi tersebut, volatilitas saham MSTR sering kali lebih tinggi saat pasar kripto memasuki fase bearish, sehingga menjadi alternatif instrumen bagi trader opsi untuk berspekulasi atau melakukan lindung nilai terhadap pergerakan Bitcoin tanpa bertransaksi langsung di pasar spot kripto.

Secara keseluruhan, memilih posisi bearish kini dapat dianggap wajar, asalkan dilakukan dengan pengendalian risiko yang jelas. Strategi credit call spread menawarkan satu pendekatan terukur untuk meraih potensi keuntungan sambil membatasi eksposur kerugian selama periode ketidakpastian pasar.