Detak — Anak yang tumbuh di era digital membutuhkan pendekatan pengasuhan yang berbeda. Selain memenuhi kebutuhan fisik, orang tua dituntut menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional, dan memberikan pendampingan yang sesuai keinginan serta kebutuhan anak.
Hal itu disampaikan Psikolog Ajeng Raviando dalam sesi Konicare Happy Kids Academy 2026 di Jakarta. Menurut Ajeng, perkembangan teknologi memberi peluang pembelajaran sekaligus tantangan bagi kualitas hubungan dalam keluarga.
Pentingnya Kualitas Interaksi
Ajeng menekankan bahwa lingkungan yang membuat anak merasa aman dan didukung berperan besar dalam pembentukan kepercayaan diri. “Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan efektif bermula dari peran orang tua yang dijalankan dengan baik. “Happy kids berawal dari happy parents,” kata Ajeng.
Kesehatan Emosional Anak
Perhatian terhadap aspek emosional menjadi semakin penting dalam pembahasan tumbuh kembang anak. Berdasarkan pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan, sekitar 10% atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang diperiksa terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat.
Dampingi Sejak Masa Kehamilan
Perhatian terhadap anak dimulai sejak masa kehamilan. Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Erfenes, Sp.OG, menyatakan pentingnya investasi kesehatan ibu dan bayi sejak awal karena kondisi ibu secara fisik dan emosional menjadi fondasi tumbuh kembang anak.
“Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini,” kata dr. Erfenes.
Stimulasi dan Eksplorasi Setelah Lahir
Spesialis Anak dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A. mengingatkan bahwa mengoptimalkan perkembangan anak tidak hanya soal kondisi fisik, melainkan juga stimulasi sesuai tahap perkembangan. Anak perlu kesempatan bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungan untuk menemukan potensinya.
“Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini,” ujar dr. Tumpal Andreas.
Ruang Interaksi dan Program Edukasi
Konicare menghadirkan ruang interaksi bertajuk “Tumbuh Hebat Bersama Konicare” pada 27-28 Juni 2026 di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta, melalui rangkaian Konicare Happy Kids Academy 2026.
Program dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui tiga aspek: edukasi bagi orang tua, ruang berekspresi bagi anak, dan aktivitas yang memperkuat hubungan keluarga. Sesi edukasi melibatkan dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog.
Sebelumnya, Konicare juga menjalankan program keterlibatan sekolah dasar untuk memberi anak kesempatan mengeksplorasi bakat lewat aktivitas kreatif seperti kompetisi menyanyi dan tari modern.
Aktivitas Keluarga dan Inisiatif Literasi
Pada acara utama, keluarga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti Kids Play Zone, Counselling Session, Color Analysis, Face Painting, serta Meet and Greet dengan Densu Family sebagai brand ambassador.
Selain aktivitas langsung, Konicare meluncurkan E-Book Seri ke-2 “101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua” untuk mendorong kebiasaan membaca dan mendongeng sebagai cara sederhana membangun komunikasi dan ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy,” ujar Senior Brand Manager Konicare, Silvyati K Putri.
