Detak — Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik membeberkan arah kebijakan dan strategi transformasi pasar modal nasional pada acara Investor Day 2026 di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Paparan itu menyoroti upaya memperkuat daya saing pasar modal Indonesia melalui serangkaian langkah yang menekankan modernisasi, inklusivitas, dan keberlanjutan ekosistem investasi.
Rangka Langkah Transformasi
Menurut penjelasan yang disampaikan, program transformasi BEI mencakup penyempurnaan regulasi untuk menyesuaikan kerangka pasar dengan kondisi global dan domestik saat ini.
Selain itu, BEI menempatkan penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) dan peningkatan transparansi sebagai pilar utama guna menjaga kepercayaan pelaku pasar.
Digitalisasi dan Infrastruktur Pasar
Digitalisasi menjadi bagian dari strategi untuk memodernisasi layanan dan menambah akses bagi investor. Pengembangan infrastruktur pasar juga disebut sebagai langkah penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien.
Tujuan keseluruhan dari inisiatif ini adalah menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jumlah investor sekaligus menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Fokus Pada Investasi Berkelanjutan
Dalam pemaparan tersebut, aspek keberlanjutan turut dimasukkan sebagai bagian dari visi pengembangan pasar modal, sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem yang inklusif dan berjangka panjang.
Seluruh langkah ini dipaparkan untuk memberikan gambaran arah kebijakan dan prospek pengembangan Bursa Efek Indonesia ke depan.
