— KEK Industropolis Batang melakukan penjajakan kemitraan dan investasi global pada pameran International Industrial Trade Fair INNOPROM 2026 yang digelar 6-9 Juli 2026. Kegiatan ini memanfaatkan status Indonesia sebagai partner country untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada pelaku industri internasional.

Pengelola PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menempatkan Industropolis Batang dalam Paviliun Indonesia di Hall 4 Booth 4B1, berkolaborasi dengan beberapa kawasan industri lain di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Pameran ini juga menindaklanjuti nota kesepahaman yang lahir dari pertemuan bilateral pada 2025 antara kepala negara serta perjanjian antara Kementerian Perindustrian dengan mitra Rusia pada Desember 2025.

Sasaran Enam Sektor Prioritas

Tim Marketing & Sales KEK Industropolis Batang fokus melakukan business matching dengan calon mitra yang relevan pada enam sektor prioritas: rantai pasok kendaraan listrik (EV), otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, advanced manufacturing, serta digital dan komunikasi.

Penjajakan diarahkan pada kolaborasi yang memperkuat rantai pasok, mendorong transfer teknologi, dan membuka potensi investasi baru di keenam sektor tersebut.

Tujuan dan Tindak Lanjut

Upaya ini bertujuan mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memperkuat industri otomotif nasional, serta mendorong investasi pada energi terbarukan dan industri hijau. Pengembangan rantai pasok elektronik bernilai tambah dan percepatan transformasi menuju smart industrial estate juga menjadi fokus.

Hasil pertemuan di pameran direncanakan ditindaklanjuti melalui komunikasi lanjutan dan penyusunan proposal kerja sama yang disesuaikan kebutuhan setiap mitra prioritas, menurut pernyataan resmi perusahaan.

Pernyataan Manajemen

Kepala Departemen Marketing Strategy KEK Industropolis Batang, Rachmat Priyatna, menyatakan partisipasi di INNOPROM 2026 bukan sekadar kehadiran pameran, melainkan langkah strategis untuk memperkenalkan Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu masa depan.

“Partisipasi kami di INNOPROM 2026 bukan sekadar hadir di pameran, melainkan langkah strategis untuk memperkenalkan Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu masa depan yang mengusung prinsip smart, green, dan integrated kepada pelaku industri global,” kata Rachmat.

Rachmat menambahkan, manajemen ingin memastikan potensi kemitraan bisa ditindaklanjuti secara konkret, bukan berhenti pada pertemuan seremonial.

Melalui partisipasi tersebut, KEK Industropolis Batang menegaskan komitmen memperluas jejaring investasi internasional dan menghadirkan kawasan industri yang inovatif, berkelanjutan, serta berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.