Detak — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 97 poin atau 1,7% ke level 5.792 pada sesi I perdagangan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan hari ini didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan faktor domestik.
Sentimen Eksternal
Bursa regional Asia cenderung menguat seiring berjalannya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Qatar. Proses itu, bersama pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, mendorong harga minyak mendekati level sebelum perang.
Pemulihan pengiriman minyak dan kemajuan pembicaraan AS-Iran disebut-sebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga menekan harga minyak dan tekanan inflasi.
Presiden AS Donald Trump memuji kemajuan dalam negosiasi setelah putaran pembicaraan tidak langsung. Di sisi kebijakan moneter, pasar juga mencermati sinyal dari Federal Reserve.
Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir, namun menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. “Pasar terus memperkirakan lebih dari 60% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada bulan September,” tulis Pilarmas.
Sentimen Domestik
Pilarmas menilai turunnya harga minyak dunia akan mengurangi tekanan fiskal, sehingga dapat meringankan pengeluaran subsidi BBM dan membuka ruang penurunan harga BBM non-subsidi.
Selain itu, penurunan harga energi disebut berkontribusi pada efisiensi biaya logistik, transportasi, dan sektor manufaktur. Reduksi tekanan inflasi ini memberikan fleksibilitas bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga acuan.
Pergerakan Saham
Pada sesi pertama, saham dengan kenaikan terbesar antara lain COCO, MMIX, KDTN, RMKO, dan BEEF. Sementara itu, saham yang turun paling dalam adalah BKDP, SOSS, DNET, KREN, dan RSGK.
Pilarmas juga merekomendasikan saham CDIA dengan rekomendasi buy dan level support-resistance 560-720.
