Detak — Harga emas dunia berbalik naik pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sekaligus pernyataan Ketua The Fed tentang meredanya tekanan inflasi.
Emas spot ditutup menguat 0,59% ke level US$ 4.031,29 per ons troi, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak November. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,15% menjadi US$ 4.044,6 per ons troi.
Data Tenaga Kerja Memicu Reaksi Pasar
Laporan ADP National Employment menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 98.000 lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 118.000. Pada Mei, pertumbuhan tercatat 122.000 pekerjaan.
Analis logam mulia independen Tai Wong mengatakan kenaikan emas dipicu kombinasi data tenaga kerja yang mengecewakan dan komentar Ketua The Fed yang menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
“Data ADP yang lebih rendah dari ekspektasi menjadi pemicu awal, kemudian komentar Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai meredanya tekanan inflasi membuat imbal hasil obligasi turun dan mengangkat harga emas,” ujar Wong.
Respons The Fed dan Dampak Imbal Hasil
Warsh menyatakan ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir, namun menegaskan The Fed tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%.
Pernyataan tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Meski begitu, pasar masih memberi peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, menurut CME FedWatch Tool.
Faktor Geopolitik dan Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Selain data domestik dan kebijakan moneter, investor juga memantau perundingan teknis antara AS dan Iran di Doha terkait kelancaran pelayaran di Selat Hormuz serta pembahasan gencatan senjata yang lebih permanen.
Logam mulia lain juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 0,92% ke US$ 59,11 per ons, paladium naik 0,35% ke US$ 1.216,55 per ons, dan platinum melonjak 1,73% ke US$ 1.580,45 per ons setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November.
