Detak — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merombak struktur pendanaan grup dengan mempercepat pelunasan utang perbankan melalui penerbitan obligasi dan sukuk. Strategi ini ditempuh untuk memangkas biaya keuangan (cost of funds) secara konsolidasi.
Manajemen menyebut tren suku bunga tinggi mendorong perubahan peta pendanaan dari dominasi pinjaman bank ke instrumen surat utang dengan kupon yang dinilai lebih optimal.
Dalam prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek, DSSA menjelaskan beban bunga bank pada sejumlah anak usaha masih relatif tinggi. Contohnya, PT Andalan Mas Sejahtera (AMS) menanggung bunga 10,5% per tahun atas pinjaman kepada Bank Mega, sementara PT Surya Kalimantan Sejati (SKS) membayar 8% per tahun atas pinjaman ke Bank Central Asia Tbk (BCA).
Sebagai perbandingan, tingkat kupon untuk obligasi DSSA berada di kisaran 8,25%–8,50% per tahun untuk seri tertinggi. Perseroan meyakini perbedaan tingkat ini akan menurunkan biaya pendanaan secara keseluruhan.
“Langkah ini diharapkan berdampak positif terhadap arus kas, meningkatkan efisiensi biaya pendanaan, serta memperkuat kinerja keuangan perusahaan secara berkelanjutan,” tulis manajemen DSSA.
Detail Penawaran Obligasi dan Sukuk
DSSA menggelar penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II tahap I 2026 dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I 2026 dengan target total dana sebesar Rp319 miliar, terdiri dari Rp223,4 miliar obligasi dan Rp96,4 miliar sukuk.
Penerbitan obligasi dibagi menjadi dua seri:
- Seri A: pokok Rp106 miliar, bunga tetap 8,25% per tahun.
- Seri B: pokok Rp116,8 miliar, bunga tetap 8,50% per tahun.
Jadwal pembayaran kupon obligasi pertama dijadwalkan pada 8 Oktober 2026. Pelunasan terakhir sekaligus jatuh tempo untuk seri A pada 8 Juli 2029 dan untuk seri B pada 8 Juli 2031. Pelunasan penuh dilakukan secara bullet payment pada saat jatuh tempo.
Untuk sukuk mudharabah, penerbitan tanpa warkat senilai 100% dari jumlah dana sukuk dengan nisbah pemegang sukuk 15,91% dan bagi hasil ekuivalen 9,25% per tahun. Jangka waktu sukuk adalah tiga tahun sejak tanggal emisi, dengan pembagian bagi hasil pertama pada 8 Oktober 2026 dan pelunasan terakhir pada 8 Juli 2029.
Obligasi ini merupakan bagian dari PUB obligasi berkelanjutan II dengan target pengumpulan dana hingga Rp3,5 triliun, sedangkan sukuk merupakan bagian dari sukuk mudharabah berkelanjutan II dengan target hingga Rp1,5 triliun.
Rencana Penggunaan Dana
Dari total penerbitan obligasi, Rp11,7 miliar akan dipinjamkan ke PT SKS untuk mempercepat pelunasan seluruh pokok utang SKS kepada BCA. Sebanyak Rp205,7 miliar dialokasikan untuk membayar sebagian pokok pinjaman DSSA kepada Bank BRI.
Perseroan juga menyatakan dana dari penerbitan sukuk mudharabah akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada Bank BRI.
Jadwal Penawaran dan Penjamin
Masa penawaran umum berlangsung pada 2–3 Juli 2026, dengan tanggal penjatahan 6 Juli 2026. Distribusi elektronik dan pengembalian uang pemesanan dijadwalkan 8 Juli 2026, dan pencatatan di BEI pada 9 Juli 2026.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi serta penjamin emisi obligasi dan sukuk mudharabah adalah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. PT Bank KB Indonesia Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
