Detak — Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat kenaikan signifikan pada sesi I perdagangan Kamis (2/7/2026). Harga saham emiten Grup Bakrie ini melonjak 17,78% menjadi Rp106, disertai lonjakan aktivitas perdagangan.
Volume perdagangan BNBR mencapai 1,75 miliar saham dengan frekuensi 39.403 kali dan nilai transaksi Rp177,01 miliar. Angka ini kontras dibandingkan sehari sebelumnya, Rabu (1/7/2026), ketika volume tercatat 883,73 juta saham, frekuensi 20.652 kali, dan nilai transaksi Rp77,32 miliar.
Tekanan dan Indikasi Pembalikan
Sepanjang Juni 2026, saham BNBR mendapat tekanan tajam. Namun pada Rabu kemarin BNBR sempat naik 7,14% setelah mengalami penurunan selama bulan tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai BNBR masih dalam tren bearish, tetapi mulai memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah dengan terbentuknya pola double bottom di area support 84.
“Pola ini mengindikasikan peluang bullish reversal, tetapi baru akan terkonfirmasi apabila harga mampu breakout di atas neckline 122 dengan dukungan volume yang meningkat,”
kata BRIDS dalam analisis ringkas yang dirilis hari ini.
Indikator Teknis
Dari sisi indikator, BRIDS mencatat relative strength index (RSI) berada di kisaran 45 dan mulai bergerak naik. Kondisi ini menggambarkan momentum jual yang mereda dan adanya peningkatan minat beli.
BRIDS menambahkan bahwa selama harga mampu bertahan di atas 84, peluang untuk melanjutkan rebound masih terbuka.
“Apabila 122 berhasil ditembus, potensi kenaikan menuju 147 sebagai resistance berikutnya semakin besar,”
tutup BRIDS.
