— Penurunan harga Bitcoin yang berlangsung hampir sembilan bulan terakhir membuat sejumlah pemegang jangka panjang atau HODLers was‑was. Sejumlah indikator teknikal utama seperti Exponential Moving Averages (EMA), Weighted Moving Averages (WMA), MACD, dan Directional Movement Index (DMI) disebut menunjukkan sinyal short atau tren bearish.

Sejarah pergerakan kripto juga mengingatkan pada fase crypto winter sebelumnya yang cukup berat, saat beberapa penurunan mencapai lebih dari 80%. Dalam kondisi pasar seperti ini, mencari cara membatasi risiko menjadi prioritas bagi banyak investor.

Menjaga Risiko Lewat Opsi

Melakukan short selling langsung pada Bitcoin atau saham kripto berbeta tinggi menghadirkan risiko ekstrem. Lonjakan harga tajam dalam pasar bearish (bear market rally) dapat menghapus posisi short dalam waktu singkat.

Sebagai alternatif, investor dapat meniru pendekatan defensif yang digunakan sejumlah dana lindung nilai dengan memanfaatkan opsi berisiko terukur. Instrumen yang disebutkan dapat berupa iShares Bitcoin Trust (IBIT) atau saham MicroStrategy (MSTR), yang likuid dan sering dipakai untuk strategi opsi.

Contoh Simulasi Pada MicroStrategy (MSTR)

Salah satu contoh yang dipaparkan adalah strategi Bear Call Spread (credit spread) pada saham MSTR. Komponen utama simulasi tersebut adalah:

  • Harga saham referensi: US$ 86,93
  • Pilihan strike: Jual Call US$ 87 / Beli Call US$ 90 (opsi mingguan, jatuh tempo 7 Agustus)
  • Keuntungan maksimal (net credit): US$ 1,50 jika saham berakhir di bawah US$ 87
  • Kerugian maksimal: US$ 1,50 jika saham berakhir di atas US$ 90

Spread ini menghasilkan rasio keuntungan dan kerugian 1:1. Namun karena merupakan out‑of‑the‑money spread, probabilitas matematis cenderung lebih menguntungkan bagi penjual opsi.

Pada saat jatuh tempo, ada tiga kemungkinan hasil:

  1. Harga turun: kedua opsi kedaluwarsa tanpa nilai dan penjual mengantongi keuntungan penuh sebesar US$ 1,50.
  2. Harga stagnan di bawah US$ 87: penjual tetap memperoleh keuntungan penuh US$ 1,50.
  3. Harga naik di atas US$ 90: penjual mengalami kerugian maksimal US$ 1,50.

Dibandingkan dengan naked short yang berisiko kerugian tak terbatas, strategi ini menawarkan batasan kerugian yang jelas.

Mengapa MicroStrategy?

MicroStrategy awalnya bergerak di perangkat lunak analitik bisnis, namun sejak 2020 perusahaan ini bertransformasi menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar. Langkah yang dipelopori pendirinya, Michael Saylor, membuat pergerakan harga saham MSTR memiliki korelasi positif tinggi dengan fluktuasi harga Bitcoin.

Akibat korelasi tersebut, saat pasar kripto memasuki fase bearish, saham MSTR kerap mengalami tekanan lebih besar ketimbang banyak saham teknologi lain. Volatilitas saham ini kemudian dimanfaatkan oleh trader opsi sebagai instrumen alternatif untuk berspekulasi atau melakukan lindung nilai terhadap pergerakan Bitcoin tanpa harus bertransaksi langsung di pasar spot kripto.

Momentum pasar saat ini masih negatif. Memilih posisi bearish dianggap wajar, asalkan disertai langkah untuk membatasi risiko. Strategi credit call spread disebut sebagai salah satu cara untuk mengambil keuntungan dari sentimen turun sekaligus menjaga potensi kerugian tetap terkendali.