Detak — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dipandang masih memiliki potensi penguatan jangka pendek menuju area resistance. Rekomendasi teknikal dari pihak sekuritas menyoroti target terdekat di kisaran Rp5.700–Rp5.800.
Analisis tersebut dilaporkan untuk perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, dengan penekanan pada level support dan aturan cut loss bagi investor.
CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan area support saham BBCA berada pada Rp5.500. Dalam catatannya, rumah sekuritas menuliskan, “BBCA buy dengan support 5.500, cutloss jika break di bawah 5.400, jika tidak break di bawah 5.500 potensi naik ke 5.700-5.800 short term.”
Imbauan cut loss di bawah Rp5.400 diberikan sebagai langkah mitigasi bila harga bergerak turun tajam melewati level tersebut.
Pergerakan Harga Terbaru
Pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, saham BBCA tercatat menguat 0,9% ke level Rp5.600 di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan harga dalam beberapa periode menunjukkan penurunan: turun 7% dalam sepekan terakhir, melemah 1,7% dalam sebulan, dan turun 30,6% secara year to date (ytd).
Aktivitas Investor Asing
Data perdagangan pada Rabu, 1 Juli 2026, menunjukkan adanya pembelian bersih asing (net buy) pada saham BBCA senilai Rp135,7 miliar, menurut catatan Stockbit.
